Bingkai Kehidupan

Dari kehidupan keluarga sederhana disebuah kota kecil Kota Batik, lahirlah seorang bayi perempuan dengan kondisi yang tak begitu sempurna tapi apalah arti sebuah kesempurnaan bila Sang Ibu dan jabang bayinya selamat dan sehat walafiat.

Tak urung waktu berputar dengan bertambahnya usia, yang ada dalam benaknya hanyalah sebuah kehidupan penuh dengan sejuta impiannya demi keutuhan cinta bagi keluarga bersama.

Dan kini...apakah ia sanggup mewujudkannya?

Senin, 28 Maret 2011

Istana Pasir....



To Mena Larasati


Kau mengajakku bermain ke pantai

mengajariku melihat tiap butir yang terserak:
pasir kata

"kita akan membangun istana," katamu



sambil menyimak deru ombak

bernyanyi bersama camar

kita bangun miniatur karang

juga puri berperapian di puncak gunung

istana kita berkilau ditempa temaram senja

biar halimun juga malam mengepungnya

mata kita tak terhalang melihatnya

menjulang

ombak boleh menjilat dan menelan

tak peduli angin menghapus tiap inci jejaknya

tapi kita telah membingkainya 

di sebuah ruang:
hening





NB "Sajak dari seorang sahabat bernama Boemisayekti". Terimakasih untuk persahabatan ini.




Salam.....


Tepian Kota Mimpi, 280311//22.30'

4 komentar:

boemisayekti mengatakan...

makasih Laras....

gambarnya bagus... mau dong :)

MenaLarasati mengatakan...

gambar yg di postingan itu?? udah ku email bu guru

lina sophy mengatakan...

keren mba...

puisinya keren2 mba, saya sama sekali nggak bisa bikin lho... :D

MenaLarasati mengatakan...

loh Lin, itu bukan puisi saya tapi Boemisayekti hehe