To Mena Larasati
Kau mengajakku bermain ke pantai
mengajariku melihat tiap butir yang terserak:
pasir kata
"kita akan membangun istana," katamu
sambil menyimak deru ombak
bernyanyi bersama camar
kita bangun miniatur karang
juga puri berperapian di puncak gunung
istana kita berkilau ditempa temaram senja
biar halimun juga malam mengepungnya
mata kita tak terhalang melihatnya
menjulang
ombak boleh menjilat dan menelan
tak peduli angin menghapus tiap inci jejaknya
tapi kita telah membingkainya
di sebuah ruang:
hening
NB "Sajak dari seorang sahabat bernama Boemisayekti". Terimakasih untuk persahabatan ini.
Salam.....
Tepian Kota Mimpi, 280311//22.30'
4 komentar:
makasih Laras....
gambarnya bagus... mau dong :)
gambar yg di postingan itu?? udah ku email bu guru
keren mba...
puisinya keren2 mba, saya sama sekali nggak bisa bikin lho... :D
loh Lin, itu bukan puisi saya tapi Boemisayekti hehe
Poskan Komentar